Coordination and Cooperation between the Secretariat and Assistant Inspector at the Merauke Regency Regional Inspectorate Office

Authors

  • Everitus Rikardus Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Alexander Phuk Tijlen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Josafat Fonataba Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Yulianus Tuakra Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Martinus Wika Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Arius A Kambu Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Ivone A Nathan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Yaleka Maro Merauke
  • Beatus Tambaip Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.55927/jsih.v5i2.24

Keywords:

Coordination, Cooperation, Regional Inspectorate, Secretariat, Assistant Inspector

Abstract

This study examines the extent to which coordination and cooperation between the Secretariat and the Assistant Inspector are functioning at the Merauke Regency Regional Inspectorate Office. The study used a qualitative descriptive approach with sixteen informants, which were traced through interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that vertical and horizontal coordination are generally well underway, reflected by almost all informants who acknowledged that both are ongoing and necessary, but cooperation between units still leaves gaps in aspects of fairness in the distribution of workloads, rewarding performance, and consistent attitudes of tolerance among members. The study recommends strengthening standard operating procedures regarding administrative channels between the Assistant Inspector and the Secretariat, along with a more transparent performance reward mechanism to support more equitable cooperation across work units.

References

Afni, Z., Basri, H., & Fahlevi, H. (2012). Pengaruh independensi, profesionalisme, dan etika profesi terhadap kualitas hasil pemeriksaan (studi pada Inspektorat Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh). Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala, 1(1), 1–14.

Damayanti, R., & Modjiono, Y. (2009). Strategi belajar mengajar. Rineka Cipta.

Funali, I. (2014). Pembelajaran kooperatif dan penerapannya di sekolah. Jurnal Pendidikan Dasar, 3(1), 58–66.

Handayaningrat, S. (1985). Pengantar studi ilmu administrasi dan manajemen. Gunung Agung.

Handayaningrat, S. (2002). Pengantar studi ilmu administrasi dan manajemen (Cetakan ke-15). Gunung Agung.

Handoko, T. H. (2003). Manajemen (Edisi 2). BPFE.

Hasibuan, M. S. P. (2006). Manajemen: Dasar, pengertian, dan masalah (Edisi revisi). Bumi Aksara.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2008). Balai Pustaka.

Landsberger, H. A. (2011). Cooperative learning in the classroom. Journal of Educational Psychology, 34(2), 45–52.

Maasawet, E. T. (2010). Pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 11(2), 22–30.

Peraturan Bupati Merauke Nomor 101 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat Daerah Kabupaten Merauke. (2018).

Peraturan Daerah Kabupaten Merauke Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Merauke. (2016).

Peraturan Daerah Kabupaten Merauke Nomor 13 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Merauke Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Merauke. (2018).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. (2016).

Phillips, D. A., & Hornak, J. E. (1979). Measurement and evaluation in physical education. Wiley.

Rivai, V. (2005). Manajemen sumber daya manusia untuk perusahaan: Dari teori ke praktik. RajaGrafindo Persada.

Sanjoto. (1999). Peningkatan dan pembinaan kekuatan fisik. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Saputra, Y. M., & Rudyanto. (2005). Pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterampilan anak taman kanak-kanak. Departemen Pendidikan Nasional.

Setiyanti, S. W. (2012). Membangun kerja sama tim (kerja tim). Jurnal STIE Semarang, 4(3), 59–65.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suharno, H. P. (1981). Ilmu kepelatihan olahraga. IKIP Yogyakarta.

Thomas, L., & Johnson, E. B. (2014). Contextual teaching and learning: Menjadikan kegiatan belajar-mengajar mengasyikkan dan bermakna (Terjemahan). Kaifa.

Thomson, A. M., & Perry, J. L. (2007). Collaboration processes: Inside the black box. Public Administration Review, 66(s1), 20–32.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. (2014).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. (2004).

Published

2026-07-28

How to Cite

Rikardus, E., Tijlen, A. P., Fonataba, J., Tuakra, Y., Wika, M., Kambu, A. A., … Tambaip, B. (2026). Coordination and Cooperation between the Secretariat and Assistant Inspector at the Merauke Regency Regional Inspectorate Office. Journal of Social Interactions and Humanities, 5(2), 219–230. https://doi.org/10.55927/jsih.v5i2.24

Issue

Section

Articles